Etika Berorganisasi

Senin, 27 Desember 2010

ETIKA DALAM BERORGANISASI
Masalah etika selalu muncul dalam situasi yangmelibatkan orang lain, tetapi seringkali organisasi lebih banyak menyoroti masalh etika ini daripada pihak – pihak lainnya. Pelanggaran terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus diwaspadai dalam organisasi. Bagi sebagian orang perilaku etis dalam organisasi tidak selalu penting. Charles Saxon, kartunis majalah The New Yorker, menerbitkan serial kartun bisnis berjudul “ kejujuran adalah salah satu kebijakan yang lebih baik”, Tampaknya Saxon berpendapat bahwa dikusi etika dalam organisasi bisnis diperlukan, dan mungkin bermanfaat bagi kita untuk mempelajari beberapa masalah etika dalam konteks pembuatan keputusan mengenai pekerjaan dalam organisasi. Bidang karier apapun yang anda putuskan untuk anda tekuni, pasti mencakup sejumlah dilemma dan paradoks mengenai etika kehidupan yang sesunguhnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan etika ? Sekelompok teoritis (Solomon & Hanson, 1985) mengemukan bahwa etika berkaitan dengan pemikiran dan cara bersikap, pemikiran mengenai etika terdiri dari evaluasi masalah dan keputusan dalam arti bagaimana kedua hal ini memberi andil pada kemungkinan penigkatan seseorang seraya menghindari akibat yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Perilaku etis berhubungan dengan tindakan yang sesuai dengan keputusan yang relevan, yang sejalan dengan seperangkat pedoman yang menyangkut perolehan yang mungkin dan akibat yang merugikan orang lain.
Masalah etika dalam organisasi dapat dibagi dalam dua kategori :
1. yang menyangkut praktik – praktik organisasi di tempat kerja, dan
2. yang menyangkut keputusan perorangan
Praktik – praktik Organisasi
1. Rasa hormat, martabat, dan kebebasan perorangan. Masalah ini berhubungan dengan cara organisasi memperlakukan anggotanya. Dari sudut pandang sebagian besar anggota oraganisasi, kepentingan organisasi didahulukan dan kepentingan anggota dijadikan yang paling akhir.
2. Kebijakan dan praktik personel. Masalah ini berkenaan dengan etika kepegawaian, pemberian gaji, kenaikan pangkat, pendisiplinan, pemberhinetian dan masalah pension anggota organisasi. Kewajiban umum organisasi adalah berlaku adil pada anggota organisasi yang prospektif disetiap jenjang karirnya.
3. Keleluasaan (privacy) dan pengaruh terhadap keputusan pribadi. Perjanjian eksplisit dan implicit antara pegawai dengan organisasi yang memperkerjakan mereka, memberi peluang kepada organisasi untuk memperhatikan faktor – faktor yang secara jelas mempengaruhi prestasi kerja pegawai. Namun masalah etika muncul bila organisasi menaruh perhatian khusus pada masalah kehidupan pribadi anggotanya yang tidak secara langsung mempengaruhi prestasi kerja mereka dalam organisasi, misalnya segala sesuatu yang terjadi selama cuti yang mungkin mempengaruhi citra organisasi, keikutsertaan dalam masalah – masalah public seperti kegiatan masyarakat dan organisasi pelayanan, kontribusi pada badan – badan amal, dan keterlibatan dalam kelompok kegiatan politik.

PauL ; Indonesia Vs Malaysia


Prediksi Paul Gurita Indonesia Vs Malaysia : Indonesia Juara

Si Peramal Jitu Gurita Paul  yang sangat terkenal di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, kembali datang.  Saat itu hampir seluruh pertandingan yang di prediksi tingkat keakuratannya hampir 100%. Saat ini Si Paul kembali melakukan aksinya dalam ramal meramal sepakbola tak terkecuali  di kejuaraan sepakbola Piala AFF 2010. Dalam final piala AFF 2010 Paul memprediksi Indonesia menjadi Juaranya. Benarkah si Paul datang lagi, bukanlah dia sudah mati? Apakah keturunannya atau arwahnya yang sedang meramal ?
Paul gurita dari akuarium Sea Life Oberhauesen mempertahankan ramalam sempurnanya di Piala Dunia setelah secara jitu menebak kemenangan Spanyol dari Belanda pada laga final yang digelar di Soccer City, Johannesburg. Diklaim sebagai “gurita peramal”, Paul mengalahkan rivalnya Mani, parkit peramal dari distrik Little India, Singapura, yang gagal menebak tepat kemenangan Belanda.
Menurut rumah judi William Hill, saking mempercayai tebakan Paul, para penjudi sukses menangguk 500,000 pound sterling (Rp 6,7 miliar) sepanjang pagelaran Piala Dunia Afrika Selatan. Paul, yang lahir di Weymouth pada 2006, menjadi hal terdekat bagi kesuksesan Inggris di Piala Dunia setelah seara akurat meramal hasil pertandingan di Piala Dunia. Paul secara jitu memprediksi hasil dari enam pertandingan Jerman dengan memilih memakan remis dari kotak yang di dalamnya terdapat bendera Jerman dan lawan-lawannya.
Paul Gurita
Setelah memprediksi Jerman akan dikalahkan Spanyol di final, beberapa fan fanatik tim Panser menyerukan agar Paul dilemparkan ke dalam tangki yang berisi ikan hiu. Namun hewan tak bertulang belakang itu mendapat dukungan dari suporter Spanyol yang bertekad untuk melindunginya, meski binatang itu menjadi salah satu masakan favorit di negara tersebut. Paul juga menjadi bintang di internet di mana tebakannya ditayangkan di situs YouTube yang menarik ratusan ribu hit. Mani, menurut pemiliknya, seorang peramal M Muniyappan, memprediksi lima pertandingan terakhir Piala Dunia 2010 secara tepat.
Sekalipun sekarang hidup di Akuarium Sea Life Centre, Oberhausen, Jerman, Paul lahir di Weymouth, Inggris, dan dipindahkan dari Weymouth Sea Life Park (ke Jerman). Seorang staf di Weymouth Sea Life Park, Fiona Smith, yang pernah mengurus Paul mengatakan, “Ia tak pernah membuat prediksi apa pun ketika masih di sini. Namun, mungkin ia menunggu turnamen besar seperti Piala Dunia untuk menampilkan kemampuannya itu. Seorang juru masak Argentina, Nicolas Bedorrou, begitu marah ketika Paul secara tepat memperkirakan bahwa kesebelasan negaranya akan dikalahkan Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ia bahkan mengancam akan memburu Paul untuk dimasak. “Kami akan memburunya dan menempatkannya di atas kertas. Kami kemudian akan memukulinya untuk membuat dagingnya lunak dan kemudian memasukkannya dalam air mendidih,” kata Bedorrou.
Prediksi Paul telah mengundang perhatian banyak orang karena sebuah stasiun televisi Jerman, NTV, mulai rajin menyiarkan secara langsung prediksi pertandingan Paul, dengan dua reporter berdiri di sebelah akuariumnya sehingga mereka bisa membuat pemirsa mengetahui bagaimana Paul melakukan prediksinya. Paul merupakan hal paling populer di Oberhausen, sebuah kota, yang menurut Wikipedia, seluas 77 kilometer persegi dan berpenduduk 214.000 jiwa. Selama ini, kota itu hanya dikenal karena memiliki pusat perbelanjaan terbesar di Jerman, Centro.
Paul mulai meramal hasil pertandingan sejak Piala Eropa 2008 Swiss-Austria dan ia meramal enam pertandingan Jerman, dengan empat di antaranya benar. Ia menyebut Jerman akan memenangi semua pertandingan. Faktanya, Jerman kalah dari Kroasia. Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, sejauh ini, semua ramalan Paul tentang Jerman benar, termasuk soal mereka akan kalah dari Spanyol pada babak semifinal. Dengan ramalan seperti itu, Anda bisa mengandalkan ramalan-ramalannya sebelum bertaruh.
Gurita adalah hewan cerdas dan terbukti memiliki ingatan kuat. Gurita biasa seperti Paul sangat cerdas. Kami menyamakan kecerdasan mereka dengan anjing dan mereka menyukai masalah dan suka menyelesaikannya. Paul Gurita menjadi salah satu topik pembicaraan paling marak di situs jejaring sosial. Frase “Paul the Octopus” dan “Pulpo” (bahasa Spanyol untuk Gurita) masuk sepuluh besar Twitter dunia.
Paul memprediksi hasil pertandingan dengan membuka tutup salah satu dari dua wadah makanan di akuariumnya. Staff Oberhausen Sea Life Centre, Tanja Munzig, membantah dugaan bahwa ada sesuatu yang diletakkan di salah satu wadah. “Tak ada tipuan. Makanan sama dan segalanya di kedua wadah itu sama, kecuali benderanya. Menurut pengawasnya, Oliver Walencak, Paul tak takut diancam suporter Argentina yang menyalahkannya atas tersingkirnya Lionel Messi dkk dari Piala Dunia 2010 karena kalah 0-4 dari Jerman.
Sumber : Wikipedia.com

Asal-usul Bumi


Berbagai Teori Asal Usul Terbentuknya Bumi

Pada tahun 1755 , filsuf jerman Immanuel Kant menyarankan bahwa sistem tata surya ( matahari, planet, bulan, komet, dll ) terbentuk dari suatu nebula ( yaitu masa bola tipis seperti kabut yang luas ). Teori Kant ini tidak begitu menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang naturalist Perancis George-Louise Leclerc, Comte de Buffon menjawab sendiri pertanyaannya, bagaimana bumi dilahirkan..?  Dia percaya bahwa berabad-abad yang lalu matahari bebenturan dengan komet dan sebagai akibatnnya, sejumlah besar materi dipaksa menghambur keluar dari matahari. Materi ini kemudian menjadi dingin dan berkembang menjadi planet-planet.
Hipotesis Nebula Pierre Simon, Marquis de Laplace, seorang astronom matematika prancis, menolak teori Buffon dan mengajukan teori-nya sendiri pada tahun 1796. Teori ini disebut teori hipotesis nebula dan secara luas di terima sampai akhir abad XIX. Hipotesis ini menerangkan tentang berbagai seluk-beluk hipotesis nebula Kant walaupun Laplace mungkin tidak mengetahui sumbangan Kant. Menurut Laplace, anggota tata surya pernah suatu saat berbentuk massa gas besar yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin, mengecil dan makin mendekati bentuk bola. Karena rotasi yang kecepatannya semakin lama makin tinggi massa tersebut menggelembung di sekitar garis khatulistiwa. Akhirnya suatu lingkaran materi terlempar dari daerah ini. Lingkaran itu menjadi dingin, mengecil dan akhirnya menjadi planet dengan orbit pada bidang yang semula ditempatnya. Lalu sebuah lingkaran dan sebuah lagi terlempar keluar dari pusat massa dan masing-masing menjadi seluruh planet. Akhirnya semua planet terbentuk. Massa yang ditengah menjadi matahari kita. Selanjutya, planet-planet itu sendiri melontarkan lingkaran ke ruang angkasa dan berubah menjadi satelit atau bulan.
Hipotesis Planetesimal.  Sekitar tahun 1900 seorang astronom yang bernama Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi  yang bernama T.C. Chamberlin ( dari Universitas Chicago ), mengemukakan suatu teori baru yang mereka namakan hipotesis planetesimal. Planetesimal adalah benda padat kecil yang mengelilingi suatu inti yang bersifat gas. Menurut Moulton dan Chamberlin, sebuah bintang yang menembus ruang angkasa dengan cepat berada dekat sekali dengan matahari kita. Daya tarik yang makin meninggi antar akedua bintang itu menyebabkan bintang yang satu menaikkan pasang besar di bagian gas panas bintang yang lain. Pada saat pasang matahari yang disebabkan oleh tarikan bintang yang lewat menjadi bertambah besar, massa gas terlempar dari matahari  dan mulai mengorbit. Beberapa diantaranya mengikuti bintang lain ketika bintang itu meluncur ke ruang angkasa, sedangkan yang lain tertahan oleh daya tarik matahri yang mulai bergerak mengelilingi benda alam itu. Pasang matahari menurun kembali bila bintang lain itu mulai mejauh.  Massa gas yang terlempar dari matahari mapan dari suatu jalan yang teratur dari sekeliling matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, gas itu berubah bentuknya menjadi cairan yang lama-kelamaan menjadi massa pada kecil. Pecahan-pecahan yang disebut planetesimal tarik-menarik dan akhirnya membentuk planet.
Teori pasang. Pada tahun 1918, Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys( dari Inggris ) menyusun teori pasang. Teori ini didasarkan atas ide benturan. Bebeda dengan Moulto dan Chamberlin, keduanya ini tidak percaya bahwa planet berasal dari sejumlah besar benda alam kecil-kecil atau plenetesimal. Mereka berpendapat bahwa planet itu lansung terbentuk dari massa gas asli yang ditarik dari matahari oleh bintang yang lewat dan bukan oleh penyusunan benda alam yang besar dan padat dari berbagai unsur kecil. Menurut teori pasang, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet matahari kita, tarikan grafitasinya menyedoy filamen gas berbentuk cerutu pandang dari matahari sebuah filamen yang besar pada bagian tengahnya dan mengecil pada bagian ujungnya.
Teori Lyttleton. Seorang astronom yang bernama R.A. Lyttleton memperkenalkan suatu gagasan yang jugamerupakan modifikasi dari teori benturan, dia mengemukakan bahwa matahari asalnya adalah suatu bintang kembar dan kedua bintang itu mengelilingi suatu pusat gravitasi..sebuah bintang lewat mendekati salah satu matahari ini dan mungkin telah menghancurkan dan merubah bentuknya menjadi massa gas besar yang berputar-putar. Bintang yang bertahan akan menjadi matahari kita, sedangkan korban benturan itu dalam selang waktu tertentu telah berkembang menjadi planet-planet. Dalam beberapa hal, hipotesis lyttleton ini memberikan penjelasan yang lebih baik tentang tata surya kita di bandingkan dengan teori benturan yang lain.
Berbagai Modifikasi Hipotesis Nebula.  Astronom JermanC. von Weizsaeckar memperkenalkan hipotesis nebulanya dalam tahun 1940-an. Dia berpendapat bahwa suatu lapisan materi bersifat gas pernah muncul keluar sampai jauh skali dari sekitar garis khatulistiwa matahari jaman purba. Sebagiab besar  lapisan ini terdiri dari unsur ringan hidrogen dan helium. Akhirnya, tekanan panas dan radiasi matahari menghilangkan sebagian besar hidrogen dan helium serta meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat. Unsur-unsur yang lebih berat itu secara bertahap berkumpul dalam suatu deretan konsentris yang berbentuk seperti ginjal. Deretan massa ini menarik bahan-bahan lain yang terdapat di ruang angkasa dan berkembang menjadi planet.
Hipotesis Nebula yang lain juga di ajukan oleh astronom Belanda-Amerika bernama Gerald P. Kuiper. Dia menganggap bahwa dulu pernah ada suatu nebula yang berbentuk suatu piringan yang luas sekali denga protomatahari atau calon matahari berada di tengah-tengahnya. Komposisi keseluruhan nebula itu seragam, sehunya rendah karena protomatahari itu belum memancarkan sinarnya. Nebula dingin ini mulai pecah dan berkonsentrasi dalam massa-massa yang terpisah yaitu protoplanet atau calon planet. Materi yang tengah yaitu protomatahari juga berkonsentrasi dibawah daya gravitasi. Sambil menyusut materi itu menjadi semakin panas . Panas yang dipancarkan oleh protomatahari mengalau hampir semua unsur ringan ( khususnya hidrogen dan helium ) dari protoplanet dan nebula itu . Disetiap protoplanet sebagian unsur berat ( besi, nikel, dan beberapa logam lain ) akan berkonsentrasi di tengah.
Teori awan-debu.  Suatu teori awan debu tentang jagat raya diperkenalkan oleh astronom AS Fred L. Whipple. Menurut Whipple, calon sistem tata surya semua merupakan awan luas yang terdiri atas debu dan gas kosmos yang di perkirakan berbentuk piring. Ketidakteraturan dalam awanitu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu dan hilanglah awannya. Partikel-partikel keras di dalamnya saling berbenturan, melekat dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahar
Sumber : The Origin of the Earth, wikipedia

Tips Supporter TimNas


Tips dan Aturan Suporter Timnas
Menonton sepakbola langsung di stadion dengan saat di televisi sangat berbeda. Ada kelebihan dan kekurangannya yang bervariasi. Saat menjadi suporter langsung di stadion diperlukan tip, etika dan aturan tertentu akan lebih nyaman dan tidak mendapatkan sangsi dari FIFA yang dapat merugikan tim Indonesia
Bila pertandingan tersebut adalah even internasional, maka perilaku penonton dapat mewakili perilaku masyarakat Indonesia di mata Internasional. Penonton yang bersemangata, kreatif dan sportif akan lebih dihargai dibandingkan penonton yang brutal dan anarkis.
Tips Suporter Timnas
1.       Belilah karcis di loket hindari pembelian di calo. Selain lebih mahal juga keasliannya tidak dijamin karena banyak beredar tiket palsu.
2.      Bekali diri dengan kostum timnas, asesoris syal dan asesoris lainnya untuk beradaptasi dengan suporter lainnya
3.      Pergunakan bunyi-bunyian penambah semangat yang tidak mengganggu suporter di sebelahnya seperti terompet , genderang dan sebagainya.
4.      Bawalah jas hujan atau payung yang mudah dibawa untuk persiapan bila hujan datang.
5.      Datanglah 4-5 jam lebih awal apalagi bila membawa mobil, karena untuk mendapatkan tempat parkir sangat sulit. Masuklah lebih awal ke dalam stadion untuk memilih tempat yang paling ideal.
6.      Tempat yang ideal adalah pandangan tidak terhalang pagar dan posisi sudut pandang ke arah lapangan bola yang paling tepat. Jangan mengambil posisi dekat pintu keluar karena bila penonton penuh sering tertutup penonton yang berdiri dekat pintu keluar. Jangan ambil posisi tepat di bawah ujung balkon atas. Seringkali penonton dari balkon atas membuang kencing seenaknya dari atas.
7.      Buanglah air kecil dan air besar terlebih dahulu saat sebelum memasuki stadion. Meski di stadion terdapat toilet, tetapi saat penonton penuh sangat sulit keluar masuk dari tempat duduk dan ke toilet.
8.      Bawalah makanan ringan dan minum seadanya. Jangan bawa minumbotol besar kadang dirazia saat masuk stadion oleh penjaga keamanan
9.      Bila masuk perangkap penonton yang berdesakan dan berhimpitan selamatkan terlebih dulu anak dan wanita. Selamatkan barang berharga anda seperti dompet, jam atau handphone karena di tempat seperti inilah copet lebih sering beraksi.
10.  Sebaiknya tidak membawa perhiasan, barang berharga dan alat elektronik yang sensitif karena beresiko kecopetan atau terbentur saat berdesakan.
11.    Bila bepergian secara berkelompok maka buatlah perjanjian bila terpisah berkumpul di tempat tertentu
12.   Bila ada kerusuhan lempar melempar atau perkelahian jangan ikut melihat atau ikut terlibat. Segera jauhi dan selamatkan diri anda karena seringkali penonton yang tidak terlibat juga terkena lemparan. Tetapi biasanya saat pertandingan timnas kejadian seperti ini jarang terjadi.
Etika dan Aturan Umum Suporter Timnas
1.       Jangan merokok di dalam stadion. Merokok di sekitar orang sehat akan mengganggu kesehatan merokok. Merokok pasif sama berbahaya dengan perokok aktif
2.      Jangan sekali-sekali membawa petasan, kembang api atau senjata tajam untuk kepentingan apapun. Penggunaan kembang api dan petasan bila dilakukan akan mendapat teguran dari FIFA yang berakibat sangsi peringatan tidak boleh menjadi tuian rumah acara pertandingan FIFA.
3.      Sebaiknya bila membawa terompet gas yang memekakkan telinga jangan dibunyikan di dekat telinga orang sebelah anda arahkan ke atas kepala lebih tinggi. Sebaiknya anda mempersiapkan penutup telinga bila di sekitar anda banyak menggunakan terompet yang berbunyi sangat keras.
4.      Berilah suport kepada timnas dengan gerakan dan terikan yang sopan. Jangan sekalipun meneriakkan kata kotor dan umpatan kepada tim lawan.
5.      Dalam keadaan apapun dan alasan apapun jangan sekali-sekali melakukan lemparan benda apapun terhadap pemain, pihak keamanan dan penonton lainnya. FIFA akan memberi sangsi tegas kepada penyelenggara bila hal ini terjadi.
6.      Buanglah sampah bekas makanan atau minuman ke tempat sampah yang telkah disediakan.
7.      Jangan merusak, mencopot atau bahkan bakar membakar berbagai sarana yang ada dalam stadion.


Tips Supporter TimNas


Tips dan Aturan Suporter Timnas
Menonton sepakbola langsung di stadion dengan saat di televisi sangat berbeda. Ada kelebihan dan kekurangannya yang bervariasi. Saat menjadi suporter langsung di stadion diperlukan tip, etika dan aturan tertentu akan lebih nyaman dan tidak mendapatkan sangsi dari FIFA yang dapat merugikan tim Indonesia
Bila pertandingan tersebut adalah even internasional, maka perilaku penonton dapat mewakili perilaku masyarakat Indonesia di mata Internasional. Penonton yang bersemangata, kreatif dan sportif akan lebih dihargai dibandingkan penonton yang brutal dan anarkis.
Tips Suporter Timnas
1.       Belilah karcis di loket hindari pembelian di calo. Selain lebih mahal juga keasliannya tidak dijamin karena banyak beredar tiket palsu.
2.      Bekali diri dengan kostum timnas, asesoris syal dan asesoris lainnya untuk beradaptasi dengan suporter lainnya
3.      Pergunakan bunyi-bunyian penambah semangat yang tidak mengganggu suporter di sebelahnya seperti terompet , genderang dan sebagainya.
4.      Bawalah jas hujan atau payung yang mudah dibawa untuk persiapan bila hujan datang.
5.      Datanglah 4-5 jam lebih awal apalagi bila membawa mobil, karena untuk mendapatkan tempat parkir sangat sulit. Masuklah lebih awal ke dalam stadion untuk memilih tempat yang paling ideal.
6.      Tempat yang ideal adalah pandangan tidak terhalang pagar dan posisi sudut pandang ke arah lapangan bola yang paling tepat. Jangan mengambil posisi dekat pintu keluar karena bila penonton penuh sering tertutup penonton yang berdiri dekat pintu keluar. Jangan ambil posisi tepat di bawah ujung balkon atas. Seringkali penonton dari balkon atas membuang kencing seenaknya dari atas.
7.      Buanglah air kecil dan air besar terlebih dahulu saat sebelum memasuki stadion. Meski di stadion terdapat toilet, tetapi saat penonton penuh sangat sulit keluar masuk dari tempat duduk dan ke toilet.
8.      Bawalah makanan ringan dan minum seadanya. Jangan bawa minumbotol besar kadang dirazia saat masuk stadion oleh penjaga keamanan
9.      Bila masuk perangkap penonton yang berdesakan dan berhimpitan selamatkan terlebih dulu anak dan wanita. Selamatkan barang berharga anda seperti dompet, jam atau handphone karena di tempat seperti inilah copet lebih sering beraksi.
10.  Sebaiknya tidak membawa perhiasan, barang berharga dan alat elektronik yang sensitif karena beresiko kecopetan atau terbentur saat berdesakan.
11.    Bila bepergian secara berkelompok maka buatlah perjanjian bila terpisah berkumpul di tempat tertentu
12.   Bila ada kerusuhan lempar melempar atau perkelahian jangan ikut melihat atau ikut terlibat. Segera jauhi dan selamatkan diri anda karena seringkali penonton yang tidak terlibat juga terkena lemparan. Tetapi biasanya saat pertandingan timnas kejadian seperti ini jarang terjadi.
Etika dan Aturan Umum Suporter Timnas
1.       Jangan merokok di dalam stadion. Merokok di sekitar orang sehat akan mengganggu kesehatan merokok. Merokok pasif sama berbahaya dengan perokok aktif
2.      Jangan sekali-sekali membawa petasan, kembang api atau senjata tajam untuk kepentingan apapun. Penggunaan kembang api dan petasan bila dilakukan akan mendapat teguran dari FIFA yang berakibat sangsi peringatan tidak boleh menjadi tuian rumah acara pertandingan FIFA.
3.      Sebaiknya bila membawa terompet gas yang memekakkan telinga jangan dibunyikan di dekat telinga orang sebelah anda arahkan ke atas kepala lebih tinggi. Sebaiknya anda mempersiapkan penutup telinga bila di sekitar anda banyak menggunakan terompet yang berbunyi sangat keras.
4.      Berilah suport kepada timnas dengan gerakan dan terikan yang sopan. Jangan sekalipun meneriakkan kata kotor dan umpatan kepada tim lawan.
5.      Dalam keadaan apapun dan alasan apapun jangan sekali-sekali melakukan lemparan benda apapun terhadap pemain, pihak keamanan dan penonton lainnya. FIFA akan memberi sangsi tegas kepada penyelenggara bila hal ini terjadi.
6.      Buanglah sampah bekas makanan atau minuman ke tempat sampah yang telkah disediakan.
7.      Jangan merusak, mencopot atau bahkan bakar membakar berbagai sarana yang ada dalam stadion.


Sportif-Lah supporter!


Sportif adalah kata serapan dari Bahasa Inggris yang bermakna untuk menjelaskan soal fairness dan kejujuran. Sementara Supporter berasal dari bahasa Inggris, Support yang berarti mendukung dan orang yang mendukung adalah Supporter. Ada yang menarik di Kompas hari ini (19 Maret 2010) selain berita Barack Obama yang menunda kedatangannya ke Indonesia sampai Juni 2010, lalu Tiger Wood yang kembali main Golf. Nah.. Yang menarik itu adalah sebuah kartun Jakartaria di hal 27 pojok kanan atas. Kartun itu bagi saya sangat menggelitik karena menyindir supporter sepakbola di Indonesia. Digambarkan dalam kartun itu adalah seorang perempuan dewasa dan seorang lelaki muda pendukung sepakbola. Percakapannya kurang lebih digambarkan seperti ini:
Di sebuah ladang rumput, seorang anak bertopi oranye, memakai kaus oranye, memegang sabit sedang menyabit rumput. Sabit adalah alat pertanian tradisional terbuat dari baja yang umumnya digunakan untuk membelah, membabat rumput, memotong tumbuhan perdu, ranting-ranting dll (definisi ini menurut SNI 02-0665-1989). Disela-sela dia menyabit rumput, seorang perempuan dewasa mendatanginya dan berkata “Nhaa lebih baik dipakai buat begitu kanManfaatnya lebih terasa daripada… “. Perempuan itu berhenti bicara. Anak muda bertanya “Daripada apa?”. Perempuan itu melanjutkan “Daripada jadi senjata supporter sepakbola!”. Hmmmm anak muda itu berkata “Keren juga kalau namanya jadi The Green Mania“. Titik, percakapan sudah sampai disini saja.
Yang menarik dan unik bagi saya bukan saja sentilan perempuan dewasa tersebut, tetapi kenyataan yang terjadi bahwa masih ada sekelompok supporter yang datang untuk “perang”. Membawa segala peralatan yang sedianya tidak harus dibawa ke stadion. Parang, sabuk bergerigi tajam, samurai, sabit, ketapel dll bukan alat yang harus berada di tempat bernama stadion. Alat-alat itu ternyata dibawa oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, biasanya ada dua kemungkinan mengapa mereka membawa. Kalau dalam psikologi perang, itu terjadi untuk menyerang atau bertahan dari serangan lawan. Dan benar saja, beberapa media ibukota melansir berita tentang aksi anarkis supporter sepakbola ini.
Ibukota, stop. Bukan hanya terjadi di ibukota saja, tetapi juga di kota lainnya. Supporter terlibat tawuran dengan supporter lainnya. Sungguh sangat ironis ketika sebuah tekad mulia mendukung team kesayangan harus diakhiri dengan bentrokan. Memang sangat sulit meredam supporter yang sudah terlewat emosi, kecintaan terhadap team kesayangan kadang membuat gelap mata. Ketika team kesayangan kalah, supporter bersedih dan sedikit saja memancing emosi bisa fatal akibatnya. Inilah yang harus dibenahi oleh PSSI sebagai lembaga tertinggi persepakbolaan nasional. Pembinaaan terhadap supporter harus terintegrasi dengan pembinaan team. Supporter yang dewasa akan membuat pertandingan enak dilihat, dan kemajuan sepakbola nasional tinggal menunggu waktu. Jangan sampai terucap “bagaimana mau berprestasi, supporternya masih anarkis”.
Kita bisa melihat beberapa supporter sepakbola yang mendukung dengan fair play, menjunjung tinggi sportivitas, santun dalam bertindak dan dewasa. Saya yakin jika dibenahi dengan baik, aturan yang jelas, sepakbola Indonesia akan maju. Bukan saja sepakbolanya tetapi juga etika supporter sepakbola yang harus dibenahi. Mendukung dengan baik, dewasa dan selalu menjunjung tinggi sportivitas sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kemajuan sepakbola Indonesia, saya yakin itu. Maju terus sepakbola Indonesia.
Sumber : www.wildensyah.co.cc

MeNe9aKkaN 3tiK4 BiSniS

Selasa, 21 Desember 2010

MENEGAKKAN ETIKA BISNIS

                Pengertian etika harus dibedakan dengan etiket.  Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama.
Berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang etika:
“Etika merupakan bagian dari filsafat. Sebagai ilmu, etika mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia . . .memang apa yang tertemukan oleh etika mungkin menjadi pedoman seseorang, tetapi tujuan etika bukanlah untuk memberi pedoman, melainkan untuk tahu.”(Prof. Ir. Poedjawiyatna, Etika, Filsafat Tingkah Laku)

“Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan padangan-pandangan moral “(Franz Magnis Suseno)

“Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.” (A. Sonny Keraf)

“Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika disebut pula akhlak dan disebut pula moral.” (Drs.Sudarsono)

                Dengan membaca pendapat-pendapat di atas, kita mengetahui bahwa ada banyak pengertian tentang etika. Yang penting bagi pelaku bisnis adalah bagaimana menempatkan etika pada kedudukan yang pantas dalam kegiatan bisnis. Tugas pelaku bisnis adalah berorientasi pada norma-norma moral. Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari dia berusaha selalu berada dalam kerangka ‘etis’, yaitu tidak merugikan siapa pun secara moral.
Tolok ukur dalam etika bisnis adalah standar moral. Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan: apakah keputusanku ini dinilai baik atau buruk oleh masyarakat? Apakah keputusanku berdampak baik atau buruk kepada orang lain? Apakah keputusanku ini melanggar hukum atau tidak?
Ada dua prinsip yang dapat digunakan sebagai acuan dimensi etis dalam pengambilan keputusan yaitu :
1. Prinsip Konsequentialis : Konsep etika ini berfokus pada konsekuensi dari pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang. Ini artinya, penilaian apakah sebuah keputusan dapat dikatakan etis atau tidak, itu tergantung pada konsekuensi (dampak) dari keputusan tersebut. Misalnya, keputusan mengalirkan lumpur panas ke laut. Penilaian etis atas keputusan ini diukur dari dampaknya terhadap kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat.
2. Prinsip Non-Konsekuentialis : Konsep etika ini mendasarkan penilaian pada rangkaian peraturan yang digunakan sebagai petunjuk/panduan pengambilan keputusan. Penilaian etis lebih didasarkan pada alasan, bukan pada akibatnya. Ada dua prinsip utama di dalam konsep ini, yaitu:
* Prinsip Hak : Menjamin hak asasi manusia. Hak ini berhubungan dengan kewajiban untuk tidak saling
  melanggar hak orang lain.
* Prinsip Keadilan : Keadilan biasanya terkait dengan isu hak, kejujuran,dan kesamaan. Prinsip keadilan
  dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :
(1). Keadilan distributif. Keadilan yang sifatnya menyeimbangkan alokasi benefit dan beban antar
  anggota kelompok. Benefit terdiri dari pendapatan, pekerjaan, kesejahteraan, pendidikan dan
 waktu luang. Beban terdiri dari tugas kerja, pajak dan kewajiban sosial.
(2). Keadilan retributif. Keadilan yang terkait dengan retribution (ganti rugi) dan hukuman atas
       kesalahan tindakan. Seseorang harus bertanggungjawab atas dampak negatif atas tindakan yang
      dilakukannya (kecuali jika tindakan tersebut dilakukan atas paksaan pihak lain.)
(3). Keadilan kompensatoris. Keadilan yang terkait dengan kompensasi bagi pihak yang dirugikan.
       Kompensasi yang diterima dapat berupa perlakuan medis, pelayanan dan barang penebus kerugian.
       Masalah terjadi apabila kompensasi tidak dapat menebus kerugian, misalnya kehilangan nyawa  
 manusia.

SUMBER, http://unhalu.ac.id

Etika Bisnis Jepang


Etika Bisnis Jepang
JEPANG merupakan contoh menarik perpaduan harmonis antara modern dan tradisional. ‘’Negeri matahari terbit’’ ini tidak hanya memancarkan sinar kemajuan industri dan teknologi, melainkan juga memiliki keunikan budaya yang tak tenggelam di tengah arus modernisasi. Jangan kaget jika di negeri dengan ekonomi terbesar kedua dunia ini Anda menjumpai segala sesuatunya berbeda secara fundamental. Budaya Jepang —dalam banyak hal bersumber pada spirit Konfusianisme dan Shintoisme— sangat mewarnai kehidupan sosial dan etos bisnis. Jepang memiliki budaya konteks tinggi yang sangat berbeda, khususnya dengan budaya Barat, yang lebih egaliter dan terbuka.
 Pilar utama nilai-nilai budaya Jepang dikenal dengan wa (harmoni), kao (reputasi), dan omoiyari (loyalitas). Konsepsi wa mengandung makna mengedepankan semangat teamwork, menjaga hubungan baik, dan menghindari ego individu. Perlu diingat, pengaruh nilai wa dalam pola budaya Jepang terutama udaya bisnis— yaitu ekspresi tidak langsung dalam menyatakan penolakan.Orang Jepang tidak bisa berkata tidak. Dalam menyampaikan pendapat, mereka lebih mengutamakan konteks, tidak menyatakannya secara terbuka. Secara harfiah, kao berarti wajah. Wajah merupakan cermin harga diri, reputasi, dan status sosial. Masyarakat Jepang pada umumnya menghindari konfrontasi dan kritik terbuka secara langsung. Membuat orang lain ‘’kehilangan muka’’ merupakan tindakan tabu dan dapat menyebabkan keretakan dalam hubungan bisnis. Sedangkan omoiyari berarti sikap empati dan loyalitas. Spirit omoiyari menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat berdasarkan kepercayaan dan kepentingan bersama dalam jangka panjang.

BUDAYA DAN IKLIM BISNIS
Memasuki abad ke-20, setelah kekalahannya dalam Perang Dunia II, Jepang mulai mengadopsi teknologi Barat dan menggenjot industri dalam negerinya. Sejak itu, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat dan menjadi salah satu negara pengekspor paling sukses. Kini Jepang merupakan negara industri terkemuka, dengan iklim bisnis dan pasar terbuka yang ramah bagi investasi dan perdagangan asing. Meskipun Jepang mengalami proses modernisasi yang cepat, pola budaya dan tradisinya masih kental mewarnai praktek dan hubungan bisnis. Berikut gambaran praktek bisnis di Jepang pada umumnya.
                Struktur dan hierarki dalam bisnis dan perusahaan Jepang sangat kuat. Hierarki yang kuat juga tercermin dalam negosiasi bisnis. Proses negosiasi biasanya dimulai dari executive level, kemudian dilanjutkan pada middle level. Meskipun demikian, keputusan dibuat secara kolektif.
                Proses negosiasi bisnis dengan Jepang dikenal alot dan lamban. Namun adanya persaingan bisnis yang ketat dewasa ini mendorong pengambilan keputusan dibuat lebih cepat dan efisien.
                Dalam budaya bisnis Jepang, senioritas sangat dihormati. Umur dan status biasanya terkait erat. Dalam pertemuan bisnis, posisi tempat duduk didasarkan pada tingkat senioritasnya.
                Di Jepang, kontrak bisnis tidak otomatis diartikan sebagai kesepakatan akhir. Lebih penting dari itu adalah memelihara relasi dengan baik untuk kepentingan jangka panjang.

ETIKA BISNIS JEPANG: DO’S AND DON’TS
                Kebiasaan umum di Jepang dalam perkenalan, menyambut, atau memberi salam adalah dengan ‘’membungkuk’’. Menyambut dan memberi salam hendaknya dilakukan dengan sopan dan penghormatan yang wajar. Jika relasi Anda membungkuk, pastikan bahwa Anda membalasnya, membungkuk serendah yang dilakukan oleh relasi Anda. Dalam hal tertentu, cukup dengan berjabat tangan. Dalam perkenalan, jangan menyapa relasi Jepang Anda dengan nama depannya. Orang Jepang lebih suka menggunakan nama belakangnya. Gunakan sebutan Mr, Mrs, atau menambah san pada nama keluarga. Misalnya, Mr. Hiroshima atau Hiroshima-san.
                Pertukaran kartu nama (business card). Saling tukar kartu nama atau ‘’meishi’’ merupakan kebiasaan yang penting di Jepang. Pembicaraan bisnis selalu diawali dengan pertukaran kartu nama. Pemeo mengatakan, bisnis belum dapat dimulai sampai ada pertukaran kartu nama. Gunakan dua tangan pada waktu menyerahkan kartu, demikian pula sebaliknya ketika menerima. Pertukaran kartu nama dilakukan setelah ritual salam membungkuk usai dilaksanakan. Pada waktu menerima kartu nama dari calon relasi bisnis, tunjukkkan bahwa Anda telah mengamatinya dengan cermat dan saksama sebelum menaruhnya di atas meja atau memasukkannya dalam card case. Jangan memasukkan kartu ke dalam dompet, kantong celana, atau menulis pada kartu yang Anda terima. Tindakan ini dipandang sebagai tindakan tidak respek dan sopan. Kartu hendaknya dicetak dalam dua bahasa, di satu sisi bahasa nasional Anda dan pada sisi sebaliknya dengan bahasa Jepang. Hal ini untuk menunjukkan kemauan kuat Anda untuk berkomunikasi dengan relasi Jepang Anda.
                 Pertukaran cenderamata atau oleh-oleh. Membawa dan memberikan oleh-oleh merupakan bagian warisan budaya bisnis Jepang tempo dulu yang sangat penting. Pada era bisnis Jepang kontemporer, meskipun membawa oleholeh tidak lagi menjadi keharusan, hal itu tetap dihargai sebagai bagian dalam etika bisnis Jepang. Namun, harus diingat, jangan membawa cenderamata terlalu besar, sebab dapat dianggap sebagai “sogokan’’. Cenderamata itu sendiri sebenarnya tidaklah terlalu penting. Yang lebih penting dari itu adalah prosesi dan nuansa yang terjadi di balik tukar-menukar cenderamata itu. Cenderamata harus selalu dibungkus secara cermat. Jangan menggunakan kertas bungkus dengan warna putih polos karena menyimbolkan kematian. Penyerahan cenderamata hendaknya dilakukan pada akhir pertemuan atau kunjungan. Penyerahan dilakukan dengan dua tangan, demikian sebaliknya pada waktu menerima.
                Ketepatan waktu. Masyarakat Jepang dikenal sebagai masyarakat dengan budaya tepat waktu yang tinggi. Terlambat dalam suatu pertemuan bisnis dianggap tidak menghargai. Datang lima menit lebih awal merupakan praktek yang umum.
                Penampilan dan busana. Orang Jepang dikenal sangat konservatif soal pakaian. Mereka sangat menghargai seseorang yang berpakaian pantas sesuai dengan status dan posisinya atau bahasa kerennya, dress to impress. Dalam acara bisnis, jangan mengenakan pakaian casual. Laki-laki sebaiknya memakai business suits warna gelap konservatif. Wanita dianjurkan tidak memakai celana panjang karena dinilai kurang sopan dan memberi kesan ofensif.
                 Jamuan bisnis. Orang Jepang hampir tidak pernah mengundang jamuan di rumah. Jamuan bisnis umumnya diadakan di restoran. Biasanya tuan rumah akan memilih menu dan membayarnya. Perlu dicatat, memberikan tip bukan hal yang lumrah di Jepang.
                Privasi dan body language. Masyarakat Jepang sangat menghargai privasi dan merasa nyaman dengan sikap tenang. Dalam berbicara atau negosiasi, hindari sikap dan gerakan-gerakan tangan yang berlebihan. Orang Jepang tidak bicara dengan tangan. Menunjuk dianggap tindakan yang tidak sopan. Jangan pula menggunakan isyarat ‘’OK’’ dengan tangan, karena di Jepang berarti uang. Hindari simbol-simbol angka 4 (empat). Masyarakat Jepang mempercayai angka 4 sebagai angka dan nasib buruk (bad luck) karena bunyi bacaan shi punya kesamaan arti dengan kematian.
      Di “negeri sakura’’, ungkapan gomenasai (maaf) dan arigato (terima kasih) banyak kita dengar di berbagai tempat dan kesempatan. Menyatakan terima kasih secara intens dan berulang kali dianggap perbuatan yang santun. 

Sumber:
http://www.aksesdeplu.com

Etika Islam tentang Bisnis


Etika Islam Tentang Bisnis
Dalam kaitannya dengan paradigma Islam tetntang etika bisnis, maka landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi Muslim adalah adanya konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah (hablum minallah wa hablumminannas). Dengan berpegang pada landasan ini maka setiap muslim yang berbisnis atau beraktifitas apapun akan merasa ada kehadiran "pihak ketiga" (Tuhan) di setiap aspek hidupnya. Keyakinan ini harus menjadi bagian integral dari setiap muslim dalam berbisnis. Hal ini karena Bisnis dalam Islam tisak semata mata orientasi dunia tetapi harus punya visi akhirat yang jelas. Dengan kerangka pemikiran seperti itulah maka persoalan etika dalam bisnis menjadi sorotan penting dalam ekonomi Islam.
Dalam ekonomi Islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal yang bertentangan, sebab, bisnis yang merupakan symbol dari urusan duniawi juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat investasi akherat. Artinya, jika oreientasi bisnis dan upaya investasi akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepatuhan kepada Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat. Bahkan dalam Islam, pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia, tetapi mencakup pula seluruh kegiatan kita didunia yang "dibisniskan" (diniatkan sebagai ibadah) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat.
Stetemen ini secara tegas di sebut dalam salah satu ayat Al-Qur'an.
Wahai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab pedih ? yaitu beriman kepada allah & Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
Di sebagian masyarakat kita, seringkali terjadi interpretasi yang keluru terhadap teks al-Qur'an tersebut, sekilas nilai Islam ini seolah menundukkan urusan duniawi kepada akhirat sehingga mendorong komunitas muslim untuk berorientasi akhirat dan mengabaikan jatah dunianya, pandangan ini tentu saja keliru.
Dalam konsep Islam, sebenarnya Allah telah menjamin bahwa orang yang bekerja keras mencari jatah dunianya dengan tetap mengindahkan kaidah-kaidah akhirat untuk memperoleh kemenangan duniawi, maka ia tercatat sebagai hamba Tuhan dengan memiliki keseimbangan tinggi. Sinyalemen ini pernah menjadi kajian serius dari salah seorang tokoh Islam seperti Ibnu Arabi, dalam sebuah pernyataannya.
"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diterapkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makna dari atas mereka (akhirat) dan dari bawah kaki mereka (dunia)."
Logika Ibn Arabi itu, setidaknya mendapatkan penguatan baik dari hadits maupun duinia ekonomi, sebagaimana Nabi SAW bersabda :
“Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya maka hendaknya dia berilmu."
Pernyataan Nabi tersebut mengisaratkan dan mengafirmasikan bahwa dismping persoalan etika yang menjadi tumpuan kesuksesan dalam bisnis juga ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu skill dan pengetahuantentang etika itu sendiri. Gagal mengetahui pengetahuan tentang etika maupun prosedur bisnis yang benar secara Islam maka akan gagal memperoleh tujuan. Jika ilmu yang dibangun untuk mendapat kebehagiaan akhirat juga harus berbasis etika, maka dengan sendirinya ilmu yang dibangun untuk duniapun harus berbasis etika. Ilmu dan etika yang dimiliki oleh sipapun dalam melakukakan aktifitas apapun ( termasuk bisnis) maka ia akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat sekaligus.
Dari sudut pandang dunia bisnis kasus Jepang setidaknya telah membuktikan keyakinan ini, bahwa motivasi prilaku ekonomi yang memiliki tujuan lebih besar dan tinggi (kesetiaan pada norma dan nilai etika yang baik) ketimbang bisnis semata, ternyata telah mampu mengungguli pencapaian ekonomi Barat (seperti Amerika) yang hampir semata-mata didasarkan pada kepentingan diri dan materialisme serta menafikan aspek spiritulualisme. Jika fakta empiris ini masih bisa diperdebatkan dalam penafsirannya, kita bisa mendapatkan bukti lain dari logika ekonomi lain di negara China, dalam sebuah penelitian yang dilakukan pengamat Islam, bahwa tidak semua pengusaha China perantauan mempunyai hubungan pribadi dengan pejabat pemerintah yang berpeluang KKN, pada kenyataannya ini malah mendorong mereka untuk bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan bisnisnya secara professional dan etis, sebab tak ada yang bisa diharapkan kecuali dengan itu, itulah sebabnya barangkali kenapa perusahaan-perusahaan besar yang dahulunya tidak punya skil khusus, kini memiliki kekuatan manajemen dan prospek yang lebih tangguh dengan dasar komitmen pada akar etika yang dibangunnya.
Demikianlah, satu ilustrasi komperatif tentang prinsip moral Islam yang didasarkan pada keimanan kepada akhirat, yang diharapkan dapat mendorong prilaku positif di dunia, anggaplah ini sebagai prinsip atau filsafah moral Islam yang bersifat eskatologis, lalu pertanyaan lebih lanjut apakah ada falsafah moral Islam yang diharapkan dapat mencegah prilaku curang muslim, jelas ada, Al-Qur'an sebagaimana Adam Smith mengkaitkan system ekonomi pasar bebas dengan "hukum Kodrat tentang tatanan kosmis yang harmonis". Mengaitkan kecurangan mengurangi timbangan dengan kerusakan tatanan kosmis, Firman-Nya : "Kami telah menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan, maka janganlah mengurangi timbangan tadi."
 Jadi bagi Al-Qur'an curang dalam hal timbangan saja sudah dianggap sama dengan merusak keseimbangan tatanan kosmis, Apalagi dengan mendzhalimi atau membunuh orang lain merampas hak kemanusiaan orang lain dalam sektor ekonomi)
Firman Allah : "janganlah kamu membunuh jiwa, barangsiapa membunuh satu jiwa maka seolah dia membunuh semua manusia (kemanusiaan)"
Sekali lagi anggaplah ini sebagai falsafah moral Islam jenis kedua yang didasarkan pada tatanan kosmis alam.
Mungkin kata hukum kodrat atau tatanan kosmis itu terkesan bersifat metafisik, suatu yang sifatnya debatable, tapi bukankah logika ilmu ekonomi tentang teori keseimbanganpun sebenarnya mengimplikasikan akan niscayanya sebuah "keseimbangan" (apapun bentuknya bagi kehidupan ini), Seringkali ada anggapan bahwa jika sekedar berlaku curang dipasar tidak turut merusak keseimbangan alam, karena hal itu dianggap sepele, tetapi jika itu telah berlaku umum dan lumrah dimana-mana dan lama kelamaan berubah menjadi semacam norma juga, maka jelas kelumrahan perilaku orang itu akan merusak alam, apalagi jika yang terlibat adalah orang-orang yang punya peran tanggung jawab yang amat luas menyangkut nasib hidup banyak orang dan juga alam keseluruhan.
Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia memang seringkali mengalami ketegangan atau dilema etis antara harus memilih keputusan etis dan keputusan bisnis sempit semata sesuai dengan lingkup dan peran tanggung jawabnya, tetapi jika kita percaya Sabda Nabi SAW, atau logika ekonomi diatas, maka percayalah, jika kita memilih keputusan etis maka pada hakikatnya kita juga sedang meraih bisnis.
Sumber:
http://www.pesantrenvirtual.com